Peran guru kelas dibutuhkan dalam membentuk salah satu aspek kepribadian yang penting bagi siswa yaitu kemandirian. Kemandirian adalah keinginan seseorang untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri. Ada banyak jenis kemandirian yang kita ketahui salah satunya ialah kemandirian belajar. Kemandirian belajar bisa dibentuk melalui pembiasaan perilaku yang diterapkan disekolah dan di rumah. Salah satu pembiasaan yang dilakukan disekolah dan di rumah adalah bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi kemandirian belajar siswa, peran guru kelas atas dalam membina kemandirian belajar, serta hambatan yang dihadapi guru di SD Negeri Surgi Mufti 5 Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi,. Informan penelitian adalah 6 orang guru kelas atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian belajar siswa masih beragam: siswa kelas IV cenderung bergantung pada guru maupun teman, siswa kelas V mulai menunjukkan variasi antara mandiri dan pasif, sedangkan siswa kelas VI sebagian sudah sadar pentingnya belajar mandiri tetapi belum konsisten. Guru berperan sebagai pendidik, motivator, pembimbing, dan teladan dalam membina kemandirian siswa. Hambatan utama berasal dari faktor internal (kurang motivasi dan percaya diri), eksternal (dukungan orang tua minim, sarana belajar terbatas), dan lingkungan (pengaruh teman sebaya). Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran aktif, pembiasaan belajar mandiri, serta sinergi antara sekolah dan orang tua.
Copyrights © 2026