Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan bagian dari kebijakan Asesmen Nasional yang bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi siswa. Namun, pada kenyataannya kemampuan numerasi siswa masih tergolong rendah karena pembelajaran matematika di sekolah masih cenderung berorientasi pada prosedur dan perhitungan rutin. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap soal numerasi berbasis konteks melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi numerasi siswa melalui penyuluhan pembelajaran matematika berbasis AKM di SMP Budi Murni 3 Medan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan konsep AKM, pelatihan penyelesaian soal numerasi, diskusi kelompok, serta praktik penyelesaian soal berbasis konteks. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest kepada 30 siswa kelas VIII. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 56,4 pada pretest menjadi 78,2 pada posttest. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan dalam memahami informasi pada soal, menentukan strategi penyelesaian, serta menarik kesimpulan dari permasalahan matematika yang diberikan. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan pembelajaran matematika berbasis AKM dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi Asesmen Nasional.
Copyrights © 2026