Tulisan ini mengkaji konstruksi mitos dan kontra-mitos dalam Kaba Tjindua Mato karya Syamsuddin Sutan Rajo Endah serta transformasinya dalam Sandiwara Cindua Mato karya Wisran Hadi melalui pendekatan intertekstual. Fokus utama penelitian adalah menelusuri bagaimana mitos-mitos tentang kekuasaan, legitimasi, dan moralitas dibangun dalam teks kaba, serta bagaimana teks modern melakukan pembacaan ulang terhadap konstruksi tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan menitikberatkan pada relasi antar-teks, terutama dalam bentuk transformasi, penyimpangan, dan reinterpretasi makna. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kaba Tjindua Mato menampilkan mitos sebagai perangkat legitimasi sosial-politik yang meneguhkan otoritas kerajaan dan nilai adat Minangkabau. Sebaliknya, Sandiwara Cindua Mato menghadirkan kecenderungan kontra-mitos melalui dekonstruksi nilai heroisme, kritik terhadap kekuasaan, serta penekanan pada realitas sosial yang lebih problematis. Dengan demikian, relasi intertekstual antara kedua karya tersebut tidak hanya memperlihatkan kesinambungan tradisi, tetapi juga menunjukkan adanya pergeseran ideologis dari penguatan mitos menuju pembacaan kritis terhadapnya. Kajian ini menegaskan bahwa teks sastra tradisional dan modern saling berkelindan dalam membentuk wacana budaya yang dinamis dalam masyarakat Minangkabau.
Copyrights © 2026