Penelitian ini menganalisis efektivitas metode bercerita berbasis kearifan lokal dalam membentuk moralitas anak usia dini (AUD) di era modern. Metode ini menggunakan kisah budaya setempat (fabel, legenda) dengan ciri khas lokal (tokoh, latar, bahasa daerah) untuk menanamkan nilai positif seperti kejujuran, sikap berbagi, dan empati. Penerapan di PAUD terencana baik, didukung kreativitas guru dan keaktifan anak. Metode ini terbukti sangat efektif meningkatkan karakter baik AUD, khususnya empati dan sikap berbagi, karena kedekatan cerita lokal dengan pengalaman anak mempermudah penyerapan nilai. Meski peningkatan kejujuran, kemandirian, dan toleransi lebih bertahap, fondasi moral kokoh berhasil dibangun. Hambatan meliputi keterbatasan materi dan kapasitas guru, namun peluang besar muncul dari kekayaan budaya Indonesia, antusiasme anak, dan dukungan pemerintah. Metode ini adalah pendekatan edukasi yang relevan, efektif, dan krusial dalam melestarikan identitas budaya bangsa.
Copyrights © 2026