Penelitian ini mengkaji posisi dan fungsi Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Edisi V dalam konteks komunikasi ilmiah kontemporer, khususnya kaitannya dengan kredibilitas epistemik karya ilmiah dan kesenjangan antara penguasaan kaidah ejaan secara teoretis dan penerapannya dalam praktik penulisan ilmiah di berbagai jenjang pendidikan serta dominasi bahasa Inggris dalam publikasi ilmiah global turut memengaruhi rendahnya kepatuhan terhadap EYD, sehingga bahasa Indonesia kerap diposisikan sebagai bahasa ilmiah sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi celah, kontradiksi, serta peluang dalam penerapan EYD guna memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai wahana pengetahuan ilmiah yang kompetitif di tingkat global.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka kritis terhadap dokumen resmi dan literatur ilmiah yang relevan, serta mengikuti prosedur PRISMA untuk menjamin sistematisitas analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabaian EYD dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, selain itu, digitalisasi memberikan dampak ganda berupa dukungan melalui alat bantu bahasa sekaligus tantangan dalam visibilitas karya ilmiah akibat mekanisme algoritma pencarian. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan dan adaptasi kebijakan kebahasaan agar bahasa Indonesia mampu berfungsi secara optimal sebagai wahana pengetahuan ilmiah yang kompetitif di tingkat global.
Copyrights © 2026