Indonesia menargetkan puncak emisi CO₂ pada 2030 dan nol bersih pada 2060 melalui transisi energi terbarukan, termasuk penerapan AC-microgrid. Dalam sistem ini, baterai penting saat PV atau turbin angin tidak beroperasi. Konverter AC-DC dua arah dibutuhkan untuk integrasi baterai dan jaringan, namun sering menimbulkan distorsi harmonisa, faktor daya rendah, dan riak arus akibat kontrol yang kurang responsif. Penelitian ini mengusulkan pengembangan kontrol Power Factor Correction (PFC) untuk konverter AC-DC pada AC-microgrid. Solusi ini mengatasi kelemahan PFC konvensional, seperti kontrol arus tidak langsung dan sensitivitas parameter. Validasi dilakukan melalui analisis teoritis dan simulasi. Hasil menunjukkan peningkatan performa dalam regulasi arus, kestabilan tegangan, dan penurunan harmonisa, sehingga mendukung integrasi energi terbarukan yang lebih andal dan efisien dalam AC-microgrid.
Copyrights © 2026