Permasalahan dalam penelitian ini adalah kendala guru dalam menyusun dan merancang modul ajar, merancang model, dan serta memilih metode pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan siswa. Dan juga mengenai ujian yang belum sesuai dengan profil pelajar pancasila dalam kurikulum otonom, serta adanya batas waktu dalam pelaksanaan kegiatan implementasi projek P5. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila di SDN 219/II BTN Lintas Asri beserta kendala yang dihadapi oleh guru. Dengan guru kelas sebagai subjek, guru kelas III and IV “penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan perspektif fenomenologis untuk menggali pengalaman langsung dari guru dalam melaksanakan kegiatan P5. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan triangulasi teknik dan sumber data. Proses pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis merupakan bagian dari proses analisis data”. Metode pengumpulan data meliputi dokumentasi perangkat ajar, dan pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan, wawancara yang mendalam dengan guru kelas, dan observasi kegiatan proyek P5 di lingkungan sekolah. Teknik dan sumber data ditriangulasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa “implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila di SDN 219/II BTN Lintas Asri” dilaksanakan melalui beberapa tahapan: 1) Perencanaan projek, 2) Pelaksanaan rencana kegiatan projek, seperti praktek daur ulang sampah oleh siswa kelas IV yang meningkatkan kepedulian lingkungan, dan 3) Evaluasi projek melalui refleksi bersama guru dan siswa. Kendala yang ditemukan adalah guru kesulitan mengalokasikan waktu dalam melaksanakan projek P5. Meski demikian, implementasi P5 di SDN 219/II BTN Lintas Asri sudah berjalan dengan baik dan terbukti mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter siswa seperti gotong royong, mandiri, dan kreatif sesuai profil pelajar pancasila.
Copyrights © 2026