Peningkatan kompetensi guru di era digital bukan hanya sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat keras seperti laptop atau proyektor, melainkan mencakup kemampuan integrasi teknologi ke dalam kurikulum. Kesenjangan kompetensi yang dialami para guru tidak dapat diselesaikan melalui upaya individual semata, melainkan memerlukan intervensi organisasional melalui Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang strategis. MSDM dalam organisasi pendidikan berfungsi untuk mengelola, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi guru agar selaras dengan tujuan institusi. Penyajian tulisan ini didasarkan pada analisis data kepustakaan dengan model analisis deskriptif. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa implementasi MSDM dalam meningkatkan kompetensi guru masih menghadapi berbagai kendala rofession dan kultural. Seringkali, kebijakan pengembangan SDM di sekolah masih bersifat top-down dan kurang mempertimbangkan heterogenitas kemampuan digital guru. Selain itu, evaluasi kinerja guru seringkali belum memasukkan rofessio kecakapan digital sebagai komponen utama, sehingga motivasi guru untuk meningkatkan literasi teknologi menjadi rendah. Kesenjangan kompetensi yang dialami para guru tidak dapat diselesaikan melalui upaya individual semata, melainkan memerlukan intervensi organisasional melalui Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang strategis. MSDM dalam organisasi pendidikan berfungsi untuk mengelola, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi guru agar selaras dengan tujuan institusi. Keberhasilan manajemen SDM di sekolah sangat bergantung pada bagaimana kepemimpinan sekolah mampu memotivasi dan memfasilitasi kebutuhan pengembangan profesional para guru secara berkelanjutan
Copyrights © 2026