Pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara, namun kendala ekonomi sering kali menjadi hambatan utama yang meningkatkan risiko putus sekolah. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara hak normatif dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dengan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya SMA Gajah Mada Medan dalam memfasilitasi perolehan beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik yang berprestasi maupun yang kurang mampu.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Upaya sekolah dalam penelitian ini dianalisis menggunakan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling).Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui manajemen POAC, SMA Gajah Mada Medan telah melaksanakan upaya strategis dalam bentuk program beasiswa prestasi yayasan, potongan biaya bagi warga sekitar, Program Indonesia Pintar (PIP). Meskipun implementasi program telah berjalan, penelitian ini menemukan bahwa fungsi pengawasan (controlling) masih memerlukan peningkatan, terutama dalam pendampingan pemanfaatan dana bantuan agar tepat sasaran. Disimpulkan bahwa efektivitas aksesibilitas pendidikan sangat bergantung pada koordinasi intensif manajemen sekolah serta pengawasan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026