Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEGIATAN KONTRIBUSI SOSIAL MELALUI PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA BATCH 3 TAHUN 2023 Simanjuntak, Hotmaida; Laia, Agustinus; Nadapdap, Delfi Eprida; Zebua, Mechristi Adista; Simbolon, Enjelita; Nababan, Nehemia; Simorangkir, Angela Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.27058

Abstract

Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) adalah pertukaran mahasiswa selama satu semester dari satu klaster daerah ke klaster daerah lainnya yang memberikan pengalaman kebinekaan dan sistem alih kredit sebanyak 20 sks. Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merilis program ini pada tahun 2021, seiring dengan banyaknya program yang ditawarkan pada Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Adapun manfaat yang didapat dari program PMM adalah mahasiswa dapat berjumpa dengan mahasiswa lain dari perguruan tinggi yang berbeda, mendapatkan pengalaman langsung dan mempelajari kebudayaan daerah lainnya melalui pembelajaran Modul Nusantara, dapat memperluas atau meningkatkan kompetensi akademiknya, dan dapat mengembangkan kepemimpinan, percaya diri dan kepekaan sosial. Kata kunci: Kegiatan kontribusi social, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Abstract Independent Student Exchange (PMM) is a one-semester student exchange from one regional cluster to another, providing a diversity experience and a credit transfer system of 20 credits. The Ministry of Education, Culture, Research, and Technology released this program in 2021, in line with the many programs offered at the Independent Campus Learning Program. The benefits gained from the PMM program are that students can meet other students from different universities, gain direct experience and learn about other regional cultures through learning the Nusantara Module, can expand or improve their academic competence, and develop leadership, self-confidence, and social sensitivity. Keywords: Social contribution activities, Independent Student Exchange,  
Analisis Upaya Sekolah Dalam Mendapatkan Beasiswa Dan Biaya Pendidikan Berdasarkan Ketentuan UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Di SMA Gajah Mada Medan Zebua, Mechristi Adista; Simanjuntak, Hotmaida; Pasaribu, Kondios Meidarlin
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2308

Abstract

Pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara, namun kendala ekonomi sering kali menjadi hambatan utama yang meningkatkan risiko putus sekolah. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara hak normatif dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dengan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya SMA Gajah Mada Medan dalam memfasilitasi perolehan beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik yang berprestasi maupun yang kurang mampu.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Upaya sekolah dalam penelitian ini dianalisis menggunakan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling).Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui manajemen POAC, SMA Gajah Mada Medan telah melaksanakan upaya strategis dalam bentuk program beasiswa prestasi yayasan, potongan biaya bagi warga sekitar, Program Indonesia Pintar (PIP). Meskipun implementasi program telah berjalan, penelitian ini menemukan bahwa fungsi pengawasan (controlling) masih memerlukan peningkatan, terutama dalam pendampingan pemanfaatan dana bantuan agar tepat sasaran. Disimpulkan bahwa efektivitas aksesibilitas pendidikan sangat bergantung pada koordinasi intensif manajemen sekolah serta pengawasan yang berkelanjutan.