Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora spp. merupakan salah satu kendala utama yang dapat menurunkan produktivitas tanaman kacang hijau secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian (assessment) terhadap penyakit bercak daun serta mengkaji tingkat kehilangan hasil pada tiga Kultivar akibat serangan patogen di lapangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2020 di lahan endemik Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Metode yang digunakan meliputi metode survei dengan diagonal sampling untuk pengamatan di lapangan, serta rancangan acak kelompok (RAK) untuk membandingkan tiga Kultivar (Murai, Perkutut, dan Butet) pada kondisi lapangan dan kondisi optimal di rumah kaca (green house). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kejadian penyakit (insidensi) bercak daun di lahan petani mencapai 90% dengan keparahan penyakit (severitas) sebesar 39,67%. Analisis kehilangan hasil menunjukkan bahwa Kultivar Betet merupakan kultivar paling rentan dengan tingkat kehilangan hasil tertinggi sebesar 34,58%, diikuti oleh Kultivar Murai sebesar 27,67% dan Kultivar Perkutut sebesar 24,01%. Tingginya persentase kerusakan tanaman tersebut juga terbukti berkorelasi positif dengan peningkatan nilai area under disease progress curve (AUDPC). Berdasarkan hasil tersebut, penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora spp. dapat menyebabkan penurunan hasil panen, sehingga pemilihan kultivar toleran bercak daun (seperti varietas Murai dan Perkutut) serta penerapan teknik budidaya yang tepat dengan memperhatikan integrated pest management merupakan langkah penting untuk menekan kerusakan tanaman dan perkembangan penyakit bercak daun di lahan budidaya kacang hijau.
Copyrights © 2026