Hipertrofi adenotonsilar merupakan penyebab tersering Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada anak, sementara obesitas berperan sebagai komorbid penting yang dapat meningkatkan derajat keparahan penyakit, risiko perioperatif, serta kemungkinan terjadinya OSA residual pascaoperasi. OSA pada anak berdampak signifikan terhadap kualitas tidur, fungsi kognitif, dan prestasi belajar, serta dapat meningkatkan morbiditas bila tidak ditangani secara adekuat. Adenotonsilektomi merupakan terapi lini pertama pada OSA pediatrik, namun pada pasien dengan obesitas diperlukan penilaian komprehensif dan modifikasi gaya hidup untuk mengoptimalkan hasil klinis. Tujuannya untuk mengetahui penilaian klinis OSA pada anak serta risiko komplikasi selama dan setelah tindakan adenotonsilektomi pada pasien OSA dengan komorbid obesitas. Kasus dilaporkan seorang anak perempuan berusia 8 tahun dengan OSA akibat hipertrofi adenotonsilar dan obesitas grade 2. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pasien menjalani tindakan adenotonsilektomi dengan anestesi umum, disertai pengaturan nutrisi untuk mencegah terjadinya OSA residual. Hasil yang didapatkan selama dan setelah tindakan tidak dijumpai komplikasi pernapasan maupun perdarahan. Nyeri pascaoperasi tergolong ringan dengan nilai Numeric Rating Scale (NRS) sebesar 2. Gejala OSA menunjukkan perbaikan yang bermakna setelah tindakan. Kesimpulannya Adalah denotonsilektomi merupakan tindakan yang aman dan efektif pada OSA pediatrik dengan obesitas apabila didukung oleh penilaian risiko perioperatif yang cermat dan pendekatan multidisiplin. Intervensi nutrisi sejak dini berperan penting dalam mencegah OSA residual dan meningkatkan luaran klinis.
Copyrights © 2026