Osteoarthritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang paling umum dan menjadi penyebab utama kecacatan pada lansia di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 7,2% dari seluruh diagnosis penyakit sendi, dengan lutut sebagai sendi yang paling sering terkena. Nyeri merupakan gejala utama yang mendorong pasien untuk mencari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan derajat nyeri pada pasien osteoarthritis lutut. Metode yang digunakan adalah literature review dengan sumber artikel dari database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025. Seleksi artikel dilakukan secara sistematis menggunakan pendekatan PRISMA dan diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor seperti indeks massa tubuh, derajat keparahan osteoarthritis, obesitas, dan aktivitas fisik berhubungan dengan derajat nyeri, meskipun terdapat variasi hasil antar studi. Secara umum, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa peningkatan IMT, derajat keparahan penyakit, dan obesitas berkaitan dengan peningkatan intensitas nyeri. Temuan ini menekankan pentingnya pengendalian berat badan dan aktivitas fisik sebagai bagian dari terapi nonfarmakologis dalam mengurangi nyeri pada pasien osteoarthritis lutut
Copyrights © 2026