Infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Acinetobacter baumannii merupakan komplikasi umum yang menghambat proses penyembuhan luka, terutama pada kondisi kronis dan luka terinfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak air daun Eucalyptus pellita terhadap pertumbuhan kedua bakteri tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik menggunakan metode difusi agar, dilaksanakan di Hong Sheng Biotech Co., Ltd pada Mei 2025. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut air dan dilanjutkan dengan proses freeze drying. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak menghasilkan zona hambat sebesar 15,6 ± 1,76 mm terhadap S. aureus dan 15,9 ± 2,81 mm terhadap A. baumannii, yang dikategorikan sebagai daya hambat kuat. Selain itu, uji sitotoksisitas menggunakan metode MTT pada sel fibroblas 3T3 menunjukkan efek toksik yang bersifat dosis-dependent, dengan penurunan viabilitas sel signifikan pada konsentrasi ≥ 0,125 mg/mL. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak air daun Eucalyptus pellita memiliki potensi sebagai agen antibakteri terhadap bakteri penyebab infeksi luka, meskipun efek toksisitas terhadap sel normal perlu menjadi perhatian dalam pengembangan lanjut.
Copyrights © 2026