Indonesia terus menghadapi masalah kesehatan masyarakat yang serius akibat DBD akut, terutama di kalangan remaja. Tes laboratorium seperti hematokrit, leukosit serta trombosit sering digunakan untuk menilai tingkat keparahan penyakit dan memperkirakan lama rawat inap yang dibutuhkan pasien. Tujuannya studi ini guna mengevaluasi hubungannya anatara jumlah leukosit, trombosit, hematokrit pada pasien anak yang menderita DBD pada lama rawat inap di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2023. Studi ini memakai desai analitis observasional dengan pendekatannya cross sectional. Penghimpunan data dilaksanakan secara retrospektif melalui rekam medis pasien anak yang dirawat dengan diagnosa DBD pada 2023. Analisa datannya dilaksanakan memakai uji statistik korelasi pearson guna melihat hubungannya antara variable. Melihat temuan ada 101 sample, didapt tidak ada hubungannya signifikan antara jumlahnya trombosit (p = 0,222), leukosit (p = 0,641), dan hematokrit (p = 0,345) pada lama rawat inap pasien anak dengan DBD. Simpulan tidak ada hubungannya signifikan jumlahnya leukosit, trombosit dan hematokrit pada pasien anak dengan DBD pada lama rawat inap di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Tahun 2023.
Copyrights © 2026