Kanker dengan frekuensi paling banyak terjadi dan penyebab kematian utama bagi wanita di Indonesia adalah kanker payudara. Pilihan gaya hidup yang tidak sehat dan status gizi adalah faktor risikonya. Kanker payudara mempengaruhi wanita usia produktif. Khususnya di Makassar, sebagian besar pasien muncul dalam stadium lanjut menurut data Riskesdas dan laporan dari Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan. Penyakit ini menekankan betapa pentingnya untuk melakukan penelitian mengenai faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Mengetahui bagaimana gaya hidup dan status gizi berkaitan dengan kejadian kanker payudara di RS Ibnu Sina pada tahun 2024 adalah tujuan dari penelitian ini. Desain observasional analitik menggunakan metode studi case-control adalah metodologi penelitian yang digunakan. Pengambilan sampel mengaplikasikan teknik simple random sampling untuk memilih sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) digunakan untuk mendapatkan informasi tentang status gizi, dan kuesioner terstruktur digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai gaya hidup dengan korelasi Product Moment Pearson untuk mengevaluasi validitas instrumen tersebut. Data olah pada perangkat lunak SPSS untuk uji chi-square. Temuan studi menunjukkan obesitas mempengaruhi sebagian besar orang dengan kanker payudara, dan mayoritas responden melakukan gaya hidup tidak sehat yang meliputi mengonsumsi banyak makanan berlemak dan tidak berolahraga. Menurut hasil uji statistik, ada korelasi yang substansial (p0,05) antara gaya hidup dan status gizi serta kejadian kanker payudara. Jadi, gaya hidup yang tidak sehat dan gizi yang tidak seimbang sangat terkait dengan kanker payudara. Untuk menurunkan kejadian kanker payudara, intervensi seperti edukasi gizi, mendorong kebiasaan makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik, dan meningkatkan kesadaran tentang deteksi dini sangat krusial.
Copyrights © 2026