Setiap individu membutuhkan faktor pendukung untuk pertumbuhan yang optimal, salah satunya adalah dukungan maksimal dari lingkungan pengasuhan. Oleh karena itu, sebagai orang tua, sangat penting untuk mengembangkan kemampuan dalam menstimulasi anak, baik dari aspek motorik kasar, kognitif, sensorik, maupun sosial. Dalam penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pola asuh orang tua dengan tumbuh kembang balita di Posyandu Puskesmas Ketabang, Surabaya. Selama proses penelitian, desain observasi analitik dilakukan dengan sampel sebanyak 58 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Peneliti menetapkan perkembangan sebagai variabel independen dan pola asuh sebagai variabel dependen. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner dan skrining terkait variabel independen menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan).Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa orang tua secara dominan menerapkan pola asuh demokratis (63,8%). Adapun balita yang perkembangannya sesuai mencapai total 69,0%. Data uji Spearman (0,05) menunjukkan p-value sebesar 0,000, yang berarti terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tumbuh kembang balita. Mayoritas dari mereka menggunakan gaya pengasuhan demokratis dan mayoritas balita memiliki perkembangan yang sesuai dengan usianya.
Copyrights © 2026