EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
Vol. 6 No. 2 (2026)

SCREENING TINGKAT KECEMASAN ANAK SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN TATAP MUKA PASCA PANDEMI COVID-19

Ardani, I Gusti Ayu Indah (Unknown)
Kurniawan, Lely Setyawati (Unknown)
Ariani, Ni Ketut Putri (Unknown)
Antika, Sindi (Unknown)
Jimmy, Jimmy (Unknown)
Putra, Surya Pradnyana (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Apr 2026

Abstract

The COVID-19 pandemic has disrupted not only educational processes but also the psychological well-being of children, particularly during the transition back to face-to-face learning. This study aimed to analyze anxiety levels among elementary school children during post-pandemic face-to-face learning at SD Negeri 1 and SD Negeri 2 Tanjung Benoa. A descriptive analytic study with a cross-sectional design was conducted, and participants were recruited using total sampling based on the inclusion criteria. Anxiety was assessed using the Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS). The findings revealed that nearly all respondents experienced anxiety upon returning to school, with 101 of 104 fourth-grade students and 98 of 100 fifth-grade students identified as anxious. The most dominant anxiety subtype was fear of injury or infection, reported in 98 fourth-grade students and 88 fifth-grade students, whereas separation anxiety and fear of meeting many people were found in much lower proportions. These findings suggest that children’s post-pandemic anxiety is more strongly mediated by perceived health threats than by social concerns. The study concludes that the success of post-pandemic face-to-face learning is determined not only by academic and administrative readiness, but also by children’s psychological preparedness. Therefore, early screening and school-based promotive-preventive interventions are needed to support sustainable recovery of children’s mental health. ABSTRAK Pandemi COVID-19 tidak hanya mengganggu proses pendidikan, tetapi juga memunculkan dampak psikologis yang bermakna pada anak, terutama saat transisi kembali ke pembelajaran tatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecemasan anak sekolah dasar pada pembelajaran tatap muka pasca pandemi di SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Tanjung Benoa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel diambil dengan teknik total sampling terhadap siswa yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran kecemasan dilakukan menggunakan Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden mengalami kecemasan saat kembali ke sekolah, dengan proporsi 101 dari 104 siswa kelas 4 dan 98 dari 100 siswa kelas 5 teridentifikasi cemas. Jenis kecemasan yang paling dominan adalah kecemasan terhadap cedera atau infeksi, yaitu pada 98 siswa kelas 4 dan 88 siswa kelas 5, sedangkan kecemasan perpisahan dan kecemasan bertemu banyak orang ditemukan dalam proporsi yang jauh lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan anak pada fase pasca pandemi lebih banyak dimediasi oleh persepsi ancaman terhadap kesehatan dibandingkan aspek sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran tatap muka pasca pandemi tidak cukup ditentukan oleh kesiapan akademik dan administratif sekolah, tetapi juga oleh kesiapan psikologis anak. Oleh karena itu, diperlukan integrasi skrining dini dan intervensi promotif-preventif berbasis sekolah untuk mendukung pemulihan kesehatan mental anak secara berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

educational

Publisher

Subject

Education Other

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan ...