Pengendalian persediaan darah yang tidak optimal dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebijakan persediaan optimal Packed Red Cell (PRC) di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Berau dengan mempertimbangkan pola permintaan dan efisiensi biaya. Metode yang digunakan adalah peramalan time series yang kemudian diolah menggunakan Continuous Review System (CRS) untuk menentukan jumlah pemesanan optimal, titik pemesanan kembali, dan persediaan pengaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola permintaan PRC cenderung stabil hingga berfluktuasi ringan. Model peramalan terbaik untuk golongan darah A menggunakan Weighted Moving Average (length = 10) dengan MAD 0,75, MSE 0,73, dan MAPE 2,0%. Golongan darah B menggunakan Moving Average (length = 11) dengan MAD 4,36, MSE 19,04, dan MAPE 10,1%. Golongan darah AB menggunakan Weighted Moving Average (length = 11) dengan MAD 3,21, MSE 10,32, dan MAPE 15,3%. Golongan darah O menggunakan Weighted Moving Average (length = 10) dengan MAD 3,52, MSE 14,91, dan MAPE 5,8%. Penerapan metode CRS menunjukkan bahwa tidak diperlukan safety stock pada seluruh golongan darah dengan tingkat pelayanan di atas 99%. Selain itu, metode ini mampu menurunkan biaya persediaan sebesar 44% pada golongan darah A dan B, 42% pada golongan darah AB, serta 45% pada golongan darah O. Dengan demikian metode CRS dianggap efektif dalam meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menjaga ketersediaan persediaan darah PRC di UDD PMI Kabupaten Berau.
Copyrights © 2026