Literasi digital telah menjadi kompetensi mendasar dalam pembelajaran abad 21, tetapi praktik asesmen masih cenderung mengukur keterampilan teknis tanpa mempertimbangkan dimensi efikasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan asesmen literasi digital pada pembelajaran IPA yang dapat meningkatkan efikasi diri siswa. Studi pendahuluan ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap empat guru IPA di Provinsi Jambi dan observasi pembelajaran. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) infrastruktur teknologi cukup memadai namun terdapat kesenjangan kompetensi digital antar guru; (2) siswa memiliki keterampilan teknis yang baik tetapi lemah dalam literasi informasi kritis; dan (3) praktik asesmen efikasi diri belum dilakukan secara sistematis. Temuan ini mengindikasikan perlunya dilakukan pengembangan instrumen asesmen yang mengintegrasikan tujuh aspek literasi digital dengan tiga dimensi efikasi diri (magnitude, generality, strength). Penelitian ini berkontribusi pada kerangka konseptual integrasi literasi digital dan efikasi diri serta memberikan rekomendasi praktis untuk pengembangan profesional guru, penyediaan infrastruktur memadai, dan kebijakan kurikulum yang mendukung pengembangan kedua kompetensi tersebut dalam pembelajaran IPA.
Copyrights © 2026