Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga melalui pembakaran terbuka masih banyak terjadi di wilayah pedesaan dan berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan serta kesehatan masyarakat, termasuk di Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk merancang, membangun, dan mensosialisasikan tungku pembakaran sampah minim asap (rocket stove) sebagai teknologi tepat guna berbasis masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa untuk persiapan, perancangan, pembuatan, uji coba, dan sosialisasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tungku yang dihasilkan mampu menciptakan proses pembakaran lebih stabil dengan intensitas asap lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan limbah. Dengan demikian, penerapan teknologi ini terbukti efektif dan layak direplikasi sebagai model pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026