Kemampuan dribbling merupakan keterampilan teknis dasar dalam sepakbola yang krusial untuk siswa ekstrakurikuler madrasah aliyah. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas latihan drills konvensional dengan small-sided games (SSG) terhadap peningkatan kemampuan dribbling siswa ekstrakurikuler MAS IMMIM. Metode penelitian quasi-eksperimental pretest-posttest nonequivalent control group design dengan sampel 30 siswa (usia 16-18 tahun) dibagi dua kelompok: kelompok drills (n=15) dan SSG (n=15). Instrumen tes dribbling shuttle run (validitas 0.89, reliabilitas 0.92). Data dianalisis uji t independen dan paired t-test (?=0,05) menggunakan SPSS 26. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua kelompok (drills: pretest 12,47 ± 1,23 detik, posttest 10,73 ± 1,15 detik, p=0,000; SSG: pretest 12,60 ± 1,30 detik, posttest 9,87 ± 1,08 detik, p=0,000), namun SSG lebih unggul (perbedaan posttest 0,86 detik, p=0,012). SSG lebih efektif meningkatkan dribbling karena simulasi situasi permainan nyata. Kata Kunci: Drills, small-sided games, dribbling, sepakbola, siswa madrasah.
Copyrights © 2026