Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar sejarah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 36 peserta didik kelas X-6 SMA Negeri 2 Boyolali tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, tes, dan studi dokumen, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) mampu meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata minat belajar dari 70,97% pada tahap prasiklus menjadi 77,33% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 82,19% pada siklus II. Selain itu, hasil belajar juga mengalami peningkatan yang signifikan, ditunjukkan oleh nilai rata-rata dari 71,39 pada tahap prasiklus menjadi 79,44 pada siklus I, dan meningkat menjadi 85,56 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 36,11% pada prasiklus menjadi 58,33% pada siklus I, hingga mencapai 86,12% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) efektif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar sejarah peserta didik kelas X-6 SMA Negeri 2 Boyolali tahun ajaran 2025/2026. Model ini mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan melalui kegiatan berpikir mandiri, diskusi berpasangan, serta berbagi hasil diskusi di kelas.
Copyrights © 2026