Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSISTENSI MUSEUM RADYA PUSTAKA SEBAGAI DESTINASI WISATA PENDIDIKAN DAN SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Utami, Meilani; Musadad, Akhmad Arif
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1141

Abstract

Museum Radya Pustaka merupakan salah satu museum tertua yang ada di Indonesia. Potensi tersebut menarik wisatawan mancanegara maupun domestik untuk menjadikan Museum Radya Pustaka sebagai objek wisata pendidikan dan sumber belajar sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan manajemen dan koleksi di Museum Radya Pustaka, pemanfaatan Museum Radya Pustaka sebagai Wisata pendidikan dan sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Museum Radya Pustaka telah menerapkan fungsi manajemen POAC secara cukup baik. Pada tahap planning, setiap kegiatan telah direncanakan secara sistematis. Organizing ditunjukkan melalui pembagian tugas yang jelas Actuating dilakukan melalui pelaksanaan program edukasi, konservasi, promosi, serta peningkatan profesionalisme staf. Sementara itu, controlling dilakukan melalui pemantauan dan evaluasi kegiatan, pengawasan keamanan, serta survei pengunjung. Pengelolaan koleksi meliputi pengadaan, registrasi, inventarisasi, penelitian, serta perawatan dan konservasi yang melibatkan kerja sama dengan pihak eksternal. Selain itu, Museum Radya Pustaka telah berkembang sebagai wisata edukasi yang memenuhi prinsip 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, dan Ancillary), terlihat dari meningkatnya kunjungan pelajar, kolaborasi dengan lembaga pendidikan, serta penyediaan fasilitas informasi yang memadai. Museum ini juga berperan sebagai sumber belajar sejarah melalui pemanfaatan koleksi benda dan tulisan, kegiatan penelitian, kunjungan edukatif, serta program magang bagi pelajar dan mahasiswa.
MOTIF KUNJUNGAN KE RUMAH BUDAYA KRATONAN SURAKARTA DALAM PELESTARIAN BUDAYA LOKAL DAN EDUKASI SEJARAH Arnita, Selvina Inka; Musadad, Akhmad Arif
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1051

Abstract

ABSTRACTSurakarta is known as one of the cultural centers of Indonesia that plays an important role in preserving local culture and providing historical education, one of which is represented through the existence of Rumah Budaya Kratonan. This study aims to examine the management of Rumah Budaya Kratonan, the motives of visitors, and its role in preserving local culture as well as serving as a medium for history education. This research employed a qualitative method with a single case study approach through interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that visitors come to Rumah Budaya Kratonan with various motives, including educational purposes, recreation, and cultural tourism. Rumah Budaya Kratonan contributes to local cultural preservation through dance and karawitan training programs, while its role in history education is reflected through the Surakarta History Gallery and historical discussion activities. Overall, Rumah Budaya Kratonan contributes to sustaining local culture and enhancing public understanding of history, although it still requires stronger promotional strategies and program development to optimize its function as a space for education and cultural preservation.Keywords: History Education; Visitor Motivation; Cultural Preservation; Rumah Budaya KratonanABSTRAKSurakarta dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia yang memiliki peran penting dalam pelestarian budaya lokal dan edukasi sejarah, salah satunya melalui keberadaan Rumah Budaya Kratonan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Rumah Budaya Kratonan, motif kedatangan pengunjung, serta peran rumah budaya ini sebagai pelestari budaya lokal sekaligus sarana edukasi sejarah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung datang ke Rumah Budaya Kratonan dengan berbagai motif, antara lain pendidikan, rekreasi, dan wisata budaya. Rumah Budaya Kratonan menjalankan perannya dalam pelestarian budaya lokal melalui program pelatihan tari dan karawitan, serta perannya dalam edukasi sejarah diwujudkan melalui Galeri Sejarah Surakarta dan diskusi sejarah. Secara keseluruhan, Rumah Budaya Kratonan berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal dan meningkatkan pemahaman sejarah masyarakat, meskipun masih memerlukan penguatan strategi promosi dan pengembangan program agar pemanfaatannya sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya dapat lebih optimal.Kata Kunci: Edukasi sejarah; Motif rengunjung; Pelestarian Budaya; Rumah Budaya Kratonan