Perkembangan kuliner Tionghoa Peranakan di Batam memiliki potensi besar dalam industri kreatif, khususnya pada sektor kuliner. Namun, sejumlah usaha menghadapi tantangan branding, seperti Bakmie Soekadjadi yang belum memiliki visual brand identity yang konsisten dan citra halal yang kuat. Penelitian ini bertujuan merancang identitas visual brand yang menegaskan keaslian kuliner Tionghoa Peranakan sekaligus membangun citra halal yang kredibel. Dengan pendekatan branding strategis berbasis teori Desain Komunikasi Visual melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur, penelitian ini menghasilkan elemen identitas visual utama seperti logotype, palet warna, tipografi, serta media implementasi berupa kemasan, merchandise, dan branding digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan visual brand identity yang konsisten memperkuat posisi Bakmie Soekadjadi sebagai kuliner Tionghoa Peranakan halal, meningkatkan daya tarik konsumen muda, serta berkontribusi pada pengembangan strategi branding kuliner di Batam.
Copyrights © 2026