Latar Belakang: Perkembangan teknologi informasi dalam bidang kesehatan telah mendorong implementasi Rekam Medis Elektronik di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Rumah Sakit An-Nisa Tangerang. RME memberikan kemudahan dalam pengelolaan data pasien secara digital, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan terhadap keamanan dan kerahasiaan informasi medis. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau sejauh mana kebijakan, standar prosedur operasional (SPO), dan pelaksanaan sistem keamanan serta kerahasiaan data pasien di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang telah diterapkan sesuai aspek hukum yang berlaku. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap kepala dan staf unit rekam medis serta petugas IT, serta observasi terhadap implementasi sistem. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa rumah sakit telah memiliki kebijakan tertulis dan SPO mengenai keamanan dan kerahasiaan data pasien yang disusun berdasarkan regulasi terbaru. Sistem telah menerapkan kontrol akses berbasis akun individual, enkripsi data, dan backup data secara berkala. Namun, ditemukan beberapa kekurangan seperti belum diterapkannya autentikasi dua faktor (2FA), belum adanya prosedur tertulis untuk pemusnahan data setelah masa simpan berakhir, serta belum optimalnya pelatihan formal bagi staf. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa RS An-Nisa telah memiliki kebijakan tertulis sesuai Permenkes, namun implementasinya masih perlu ditingkatkan. Memiliki SPO keamanan data sejak 2019, namun masih diperlukan pelatihan agar implementasi SPO berjalan lebih optimal. Pelaksanaan RME di RS An-Nisa sudah sesuai regulasi dengan kontrol akses dan enkripsi, namun pelatihan teknis bagi staf belum dilakukan secara rutin dan evaluasi lebih bersifat reaktif.
Copyrights © 2026