cover
Contact Name
Gama Bagus Kuntoadi
Contact Email
okudagama@gmail.com
Phone
+62818751419
Journal Mail Official
eduremikjournal@wdh.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Jl. Pajajaran No. 1, Pamulang Barat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 3048071X     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Focus of EDU RMIK Journal: Jurnal Edukasi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (EDU RMIK) is a journal that publishes research on medical records and health information management with an interdisciplinary approach. Scope of EDU RMIK Journal: Clinical Classification, Disease Codification, and Actions Health Data and Information Management Health Information Technology Electronic Medical Record (EMR) Management of the Medical Record Work Unit Quality Management of Medical Records and Health Information Health Statistics, Basic Epidemiology, and Biomedicine
Articles 57 Documents
Tinjauan Ketepatan Pengkodean Diagnosa Epilepsy Berdasarkan ICD-10 Di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Tahun 2023 Lestari, Santi; Andriati, Riris; Fahmi, Muhammad Hidayatul
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2023): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketepatan kodefikasi berkaitan pada kepatuhan koder dalam menjalankan standar yang berlaku yang dituangkan dalam standar prosedur operasional (SPO). Untuk itu ketersediaan SPO pada pelaksanaan kodefikasi menjadi variabel penentu dalam ketepatan kodefikasi diagnosa penyakit. Kegiatan kodefikasi merupakan salah satu kompetensi tenaga perekam medis dan informasi kesehatan, hal ini terdapat dalam standar profesi perekam medis dan informasi kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Kabupatan Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran ketepatan pengkodeaan diagnosa epilepsy di RST Dompet Dhuafa Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa RST Dompet Dhuafa belum memiliki standar prosedur operasional kodefikasi penyakit dan tindakan. Sumber daya manusia yang melakukan kodefikasi berlatar belakang DIII Rekam medis dan sudah pernah mengikuti pelatihan kodefikasi penyakit dan tindakan berdasarsarkan ICD-10 dan ICD-9-CM.
TINJAUAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS (SIMPUS)TERHADAP PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS BENDA BARU TANGERANG SELATAN Miftah Parid Firmansyah; Timor Utama; Junaida Rahmi; Nabilah Diah Srikandi
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2023): EDU RMIK: JURNAL EDUKASI REKAM MEDIS INFORMASI KESEHATAN
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014, puskesmas mempunyai kewajiban administrasi untuk membuat dan memelihara rekam medis pasien. SIMPUS diberlakukan di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen puskesmas secara lebih berhasil dan berdaya guna, melalui pemanfaatan secara optimal informasi yang menunjang kegiatan pelayanan dipuskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan SIMPUS di Puskesmas Benda Baru terhadap pelayanan pasien rawat jalan dan mengetahui faktor penyebab pemanfaatan SIMPUS yang belum optimal berdasarkan 5 (lima) unsur manajemen. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sampel penelitiannya adalah petugas yang mengoperasikan SIMPUS dan aplikasi SIMPUS itu sendiri. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Diketahui bahwa di Puskesmas Benda Baru menu yang tersedia ada dua puluh tiga (23) menu. Menu yang digunakan sembilan belas (19) menu sedangkan yang tidak digunakan ada empat (4) menu yaitu, laporan LB4, UKP, Poli Pelayanan ISPA, dan Poli Pelayanan Apotek. Dikarenakan pihak-pihak yang mengoperasikan SIMPUS hanya 1 yang mengikuti pelatihan yaitu petugas loket pendaftaran, tidak adanya SOP Pengoperasian SIMPUS, belum tersedianya lomputer di setiap unit pelayanan rawat jalan, jaringan internet yang belum stabil. Perlu dikaji ulang mengenai pelatihan bagi petugas yang mengoperasikan SIMPUS, perlu dikaji ulang mengenai SOP Pengoperasian SIMPUS bagi petugas, dan menyediakan jaringan internet di Puskesmas itu sendiri agar pada saat ada kendala jaringan di pusat tidak mengganggu pelayanan.
PREDIKSI KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN DENGAN METODE LEAST SQUARE DI METRO HOSPITALS CIKUPA TANGERANG TAHUN 2024 - 2026 Indah, Fenita Purnama Sari; Budiarti, Ivana Anisah Sri; Listiana, Ida
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang berdasarkan penelitian dengan melakukan perhitungan trend maka dapat diketahui jumlah peningkatan dan penurunan kunjungan pasien rawat jalan di Metro Hospitals Cikupa Tangerang. Informasi yang dihasilkan dari perhitungan data statistik rumah sakit dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh pihak manajemen rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prediksi kunjungan pasien rawat jalan dengan metode least square di Metro Hospitals Cikupa Tangerang Tahun 2024 - 2026. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel berupa data rekapitulasi kunjungan pasien rawat jalan tahun 2021-2023. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi data. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan perhitungan prediksi menggunakan metode Least Square. Instrument penelitian menggunakan pedoman observasi, table observasi, alat hitung, dan kalender tahun 2021-2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prediksi jumlah kunjungan pasien rawat jalan tahun 2024 sejumlah 136.432 kunjungan, tahun 2025 meningkat menjadi 152.567 kunjungan, dan pada tahun 2026 menurun menjadi 143.176 kunjungan pasien rawat jalan. Kesimpulan penelitian ini yaitu total jumlah prediksi tahun 2024-2026 cenderung cukup naik fluktuatif berjumlah 458.263 kunjungan pasien rawat jalan. Saran diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan brand/promosi kualitas pelayanan dan perlengkapan sarana prasarana sehingga peminat rumah sakit tetap stabil bahkan meningkat jumlah kunjungan pasien rawat jalan.
KELENGKAPAN FORMULIR RESUME MEDIS PASIEN RAWAT INAP DI RS JIWA DR. SOEHARTO HEERDJAN Supriyanto, Supriyanto; Mukhsin, Akhmad; Rois, Amika; Saefita, Uni; Syarif, Mulkan; Sobiyanto, Sobiyanto; Santoso, Hari
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelengkapan pengisian formulir resume medis penting untuk menjaga mutu rekam medis. Salah satu cara menilai kelengkapan tersebut dengan analisis kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan pengisian formulir resume medis pasien rawat inap di RS Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan dari bulan Januari-Maret tahun 2020. Variabel penelitian ini identifikasi pasien, pelaporan penting, autentikasi dan tata cara pendokumentasian. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh formulir resume medis pasien rawat inap bulan Januari-Maret tahun 2020 sebanyak 710 formulir. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 710 formulir. Sumber datanya data primer. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan jenis analisis potret data. Hasil penelitian berdasarkan identifikasi pasien, persentase kelengkapan pengisian sebesar 99,2% (704 formulir) , pelaporan yang penting, persentase kelengkapan pengisian sebesar 92% (654 formulir) ,autentikasi, persentase kelengkapan pengisian sebesar 99,6% (707 formulir) , tata cara pendokumentasian, persentase kesesuaian pendokumentasian sebesar 99,9% (709 formulir) sedangkan persentase ketidaksesuaiannya sebesar 0,1% (1 formulir). Saran: menggunakan barcode identitas pasien, memberikan reward kepada dokter yang melakukan pengisian formulir resume medis secara lengkap dan memberikan pelatihan kepada dokter yang tidak melakukan pengisian secara lengkap.
Tinjauan Ketepatan Pengkodean Diagnosa Hypertensive Heart Disease Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Setia Mitra Pada Tahun 2022 Gama Bagus Kuntoadi; Indah Kristina; Andriyani R Fahriati; Deannisa Bagus Rachmatika
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2023): EDU RMIK: JURNAL EDUKASI REKAM MEDIS INFORMASI KESEHATAN
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era jaminan kesehatan nasional di Indonesia, salah satu tolak ukur dalam sistem jaminan kesehatan nasional adalah kodifikasi diagnosis. Kodifikasi diagnosis harus tepat dan akurat sesuai dengan ICD 10, jika tidak benar/tidak tepat akan mempengaruhi data. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait kodifikasi diagnosis Penyakit Jantung Hipertensi pada berkas rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Setia Mitra. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara dan lembar checklist. Subyek penelitian ini adalah seluruh petugas rekam medis dan objek penelitian ini adalah seluruh berkas rekam medis pasien rawat jalan Penyakit Jantung Hipertensi pada bulan Oktober-Desember 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan standar prosedur operasional di Rumah Sakit Setia Mitra rekam medis sudah dilaksanakan dengan baik, namun masih terdapat kendala atau sistem input. Dalam data rumah sakit, kasus Penyakit Jantung Hipertensi pada pasien rawat jalan sebanyak 307 kasus. Pada data tersebut dilakukan review untuk mendapatkan gambaran tingkat akurasi penyakit jantung hipertensi, untuk akurasi kode penyakit jantung hipertensi dari sampel 307 diagnosis penyakit jantung hipertensi rawat jalan periode Oktober-Desember 2021, yaitu 161 (53,44%) dan ketidaktepatan 146 (47,55%). Dan akurasi kode untuk Penyakit Jantung Hipertensi Tanpa Gagal Jantung (Kongestif) adalah 113 (43,62%) dan Penyakit Jantung Hipertensi dengan Gagal Jantung (Kongestif) adalah 48 (100%).
TINJAUAN KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHINEKA BAKTI HUSADA SUCIPTO, SUCIPTO; Purwaningsih, Neneng Sri; Junetri, Syakilla Dwi
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2022): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Medical resume is an information record containing the identity, examination results and doctor's authentication. Medical resume must be filled in completely after the patient returns home within 1x24 hours. Research Purposes : Describe and describe how the completeness of the Indonesian medical resume at the Bhineka Bakti Husada Hospital. Research Methods : namely descriptive research looking at causal relationships carried out by collecting data on the population with 1 certain time period. Result: The mean of completeness of identity is 78.48% Mostly complete and 21.52% Somely incomplete. The average of completeness in important reports is 84.68% Most are complete and 15.32% Some are incomplete. The average completeness of the doctor's authentication is 82,92% Some are complete and the average of the incomplete doctor's authentication is 17.09% a small part is incomplete. The obstacle in filling out the RI medical resume at the BBH Hospital is the busyness of doctors causing incompleteness in filling out the medical resume. Conclusion: There is no SOP in the medical resume at BBH Hospital. Completeness of identity in medical resume Most are complete and almost half are incomplete. The results of the completeness of important reports are all complete and almost half are incomplete tidak. Suggestion: SOP for RI medical resume was made. Remind the doctor to fill out the RI medical resume. Conducting socialization with the hospital director, medical committee, doctors and RM staf. ABSTRAKLatar Belakang: Resume medis yaitu catatan informasi yang berisikan identitas, hasil pemeriksaan dan autentifikasi dokter. Resume medis harus diisi lengkap setelah pasien pulang dalam kurun waktu 1x24 jam. Tujuan Penelitian: Menggambarkan dan menguraikan bagaimana kelengkapan resume medis RI di RS Bhineka Bakti Husada. Metode Penelitian: yaitu penelitian deksriptif melihat hubungan sebab akibat yang dilakukan dengan cara pengambilan data pada populasi dengan 1 periode waktu tertentu. Hasil: Rata-Rata dari kelengkapan identitas adalah 78,48% Sebagian besar lengkap dan 21,52% Sebagian kecil tidak lengkap. Rata-rata dari kelengkapan pada laporan penting adalah 84,68% Sebagian besar lengkap dan 15,32% Sebagian kecil tidak lengkap. Rata-rata kelengkapan pada autentifikasi dokter 82,92% Sebagian lengkap dan rata-rata dari ketidaklengkapan autentifikasi dokter adalah 17,09% Sebagian kecil tidak lengkap. Kendala dalam pengisian resume medis RI di RS BBH yaitu kesibukan dokter menyebabkan ketidaklengkapan dalm pengisian resume medis. Kesimpulan: SOP dalam resume medis di RS BBH tidak ada. Kelengkapan identitas dalam resume medis Sebagian besar lengkap dan hampir setengahnya tidak lengkap. Hasil dari kelengkapan laporan penting seluruhnya lengkap dan hampir setengahnya tidak lengkap. Saran: Dibuatkan SOP resume medis RI. Mengingatkan dokter untuk mengisi resume medis RI. Mengadakan sosialisasi bersama direktur RS, komite medik, dokter dan staff RM.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA BERDASARKAN BEBAN KERJA PADA BAGIAN ASSEMBLING DI RSUD LEUWILIANG Dinanti, Annisa Surya; Ulfah, Annisa
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki kebutuhan tenaga kerja di bagian perakitan di RSUD Leuwiliang, dengan fokus pada hubungan antara beban kerja dan tingkat kepegawaian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menganalisis beban kerja menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Tujuannya antara lain menentukan waktu kerja tersedia (WKT), mengidentifikasi komponen beban kerja, menghitung standar beban kerja, dan memperkirakan jumlah kebutuhan tenaga perakitan rekam medis. Hasilnya menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang signifikan antara beban kerja dan jumlah staf yang tersedia, yang menyebabkan inefisiensi dan keterlambatan dalam penyelesaian tugas perakitan.Saat ini, departemen perakitan hanya beroperasi dengan dua orang staf sehingga menyebabkan tumpukan pekerjaan. Tunggakan ini merugikan efisiensi dan kualitas pemberian layanan di departemen rekam medis. Studi ini menyimpulkan bahwa diperlukan penambahan staf untuk mencapai produktivitas optimal dan meningkatkan kualitas layanan. Hal ini sangat penting mengingat peran penting rekam medis dalam mendukung pemberian layanan kesehatan, memastikan keakuratan dokumentasi pasien, dan memfasilitasi operasional rumah sakit yang efisien.Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi RSUD Leuwiliang untuk merencanakan dan mengalokasikan sumber daya manusia secara lebih efektif. Dengan melakukan hal ini, rumah sakit dapat memastikan bahwa departemen rekam medis dapat beroperasi secara efisien, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap perawatan pasien yang lebih baik dan kinerja rumah sakit secara keseluruhan. Selain itu, penelitian ini juga berfungsi sebagai aplikasi praktis pengetahuan teoritis bagi mahasiswa dan referensi untuk studi lebih lanjut di Politeknik Piksi Ganesha Bogor. Pentingnya penelitian ini ditegaskan oleh meningkatnya beban kerja di bagian rekam medis, yang didorong oleh pertumbuhan populasi pasien dan perluasan cakupan layanan medis. 
TINJAUAN KEAMANAN & KERAHASIAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT HERMINA SERPONG Rusdiana, Ima; Lestari, Santi; Sucipto, Sucipto; Muhammad, Andre Ravi
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengertian rumah sakit menurut PMK No 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit menyebutkan bahwa Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran keamanan dan kerahasiaan rekam medis elektronik di RS Hermina Serpong. Metode Penelitian :  yang digunakan adalah deskriptif kualititaf, Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi. Hasil Penelitian : Mengidentifikasi kebijakan mengenai Keamanan dan Kerahasiaan Rekam Medis Elektronik, Mengidentifikasi SPO mengenai Keamanan dan Kerahasiaan RME, Mengidentifikasi Security Level Group dalam Rekam Medis Elektronik, Mengidentifikasi Level Kematangan digitalisasi  RME di RS Hermina Serpong. Saran : dapat menambahkan buku- buku tentang rekam medis sebagai referensi bagi mahasiswa Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Penggunaan Rekam Medis Elektronik Pada Petugas Rekam Medis Di RSU Bunda Margonda Depok Sucipto, Sucipto; Fitriani, Anasia Crisninda; Sulianty, Valerine
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2023): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Bunda Margonda Depok merupakan salah satu rumah sakit yang sudah menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME) sejak tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan penggunaan RME pada petugas rekam medis di RSU Bunda Margonda Depok. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan datanya dengan menggunakan lembar kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas Rekam Medis dengan sampel penelitiannya sebanyak 20 responden. Teknik samplingnya adalah total sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada kriteria “isi”, responden puas 81,25%. Kriteria “keakuratan”, responden puas 79%. Kriteria “tampilan”, responden puas 78%. Kriteria “ketepatan waktu”, responden puas 80,6%. Kriteria “kemudahan pengguna”, responden puas 77%. Sebaiknya pada komposisi warna dalam tampilan RME diatur agar tidak menimbulkan kelelahan mata dan juga tidak menimbulkan kebosanan pada pengguna RME Rumah Sakit.
Tinjauan Ketidaklengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Tindakan Operasi Katarak Di Rumah Sakit Setia Mitra Jakarta Selatan Periode 2021 Sucipto Sucipto; Ida Listiana; Sri Haryanto; Martina Nurhafsari
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2023): EDU RMIK: JURNAL EDUKASI REKAM MEDIS INFORMASI KESEHATAN
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informed consent merupakan persetujuan tindakan kedokteran yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang dilakukan terhadap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketidaklengkapan pengisian formulir informed consent tindakan operasi katarak di Rumah Sakit Setia Mitra Jakarta Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi dengan lembar checklist. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 446 formulir informed consent dan didapatkan sampel sebanyak 211 formulir informed consent dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Rumah Sakit Setia Mitra Jakarta Selatan sudah terlaksana seluruhnya (100%) Standar Prosedur Operasional (S.P.O) tentang pengisian formulir informed consent. Pada pengisian autentikasi terhadap 211 formulir informed consent tindakan operasi katarak bahwa yang terisi lengkap lebih dari setengahnya (71.94%) dan yang terisi dengan tidak lengkap hampir setengahnya (28.06%). Sebaiknya lebih meningkatkan kelengkapan pengisian formulir informed consent tindakan operasi katarak khususnya pada pengisian autentikasi.