Penelitian ini mengkaji pemerolehan bahasa pada anak kembar berusia lima tahun dengan kondisi perkembangan saraf yang berbeda, yaitu Attention Deficit Disorder (ADD) dan Autism Spectrum Disorder (ASD). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta membandingkan pemerolehan bahasa kedua subjek penelitian dari aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah dua anak laki-laki kembar yang salah satunya pengidap ADD dan yang lainnya adalah pengidap ASD. Data dikumpulkan melalui metode observasi partisipatoris dan wawancara dengan teknik transkripsi dan catat. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dengan ADD memiliki kompetensi linguistik yang lebih berkembang dibandingkan anak dengan ASD. Anak dengan ADD mampu memperoleh bahasa pada tataran fonologi, sintaksis, dan semantik, meskipun masih ditemukan inkonsistensi dalam produksi bunyi dan struktur kalimat. Sebaliknya, anak dengan ASD belum menunjukkan pemerolehan bahasa pada tataran kata dan makna serta masih berada pada tahap babbling. Perbedaan pemerolehan bahasa yang signifikan antara kedua subjek penelitian, meskipun tumbuh dalam lingkungan dan stimulus kebahasaan yang relatif sama, menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa sangat dipengaruhi oleh kesiapan kognitif dan kondisi neurologis anak. Studi ini berkontribusi secara empiris dengan menunjukkan bahwa kondisi neurodivergen tertentu memengaruhi progres pemerolehan bahasa anak-anak meskipun menerima kesamaan perlakuan linguistik.
Copyrights © 2026