Pondasi merupakan elemen struktur bawah yang berfungsi menyalurkan beban bangunan ke lapisan tanah pendukung. Pada kondisi tanah berlapis, ketidakseragaman sifat tanah dapat memengaruhi kapasitas daya dukung dan kinerja pondasi bore pile. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan analisis yang mampu merepresentasikan kondisi lapangan secara lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung aksial pondasi bore pile tunggal menggunakan metode analitis Meyerhof dan Reese & O’Neill serta metode elemen hingga (FEM) dengan Plaxis 2D, kemudian membandingkannya dengan hasil uji lapangan Pile Driving Analyzer (PDA). Metode penelitian meliputi analisis data SPT, parameter tanah laboratorium, pemodelan numerik FEM, serta perhitungan daya dukung secara analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung ultimit metode Meyerhof sebesar 2.675,04 kN, metode Reese & O’Neill sebesar 1.536,62 kN, dan metode FEM sebesar 1.858,50 kN, sedangkan hasil PDA test sebesar 1.864,60 kN. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode elemen hingga memberikan nilai yang paling mendekati kondisi aktual lapangan dengan selisih yang sangat kecil. Kesimpulannya, metode FEM lebih representatif dalam memodelkan perilaku interaksi tanah–pondasi pada kondisi tanah berlapis dibandingkan metode analitis konvensional. Rekomendasi penelitian ini adalah penggunaan metode elemen hingga sebagai alternatif dalam desain pondasi dalam dengan dukungan data tanah yang lengkap. Implikasinya, pendekatan FEM dapat meningkatkan akurasi perencanaan pondasi serta mengurangi ketidakpastian desain pada proyek konstruksi geoteknik.
Copyrights © 2025