Penjadwalan perawatan sistem listrik aliran atas (LAA) pada perkeretaapian perkotaan menghadapi keterbatasan window time, ketidakseimbangan beban kerja, serta potensi gangguan operasional yang tinggi. Kondisi ini menuntut pendekatan perencanaan yang lebih sistematis dan berbasis analisis kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan penjadwalan perawatan LAA melalui integrasi analisis beban kerja dan skenario waktu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis dengan tahapan analisis kondisi eksisting, perhitungan beban kerja, serta penyusunan alternatif jadwal berdasarkan skenario optimis, normal, dan pesimis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi total perawatan pada skenario normal sebesar 174 menit masih berada dalam batas window time 218 menit, sedangkan skenario pesimis melampaui batas sebesar 23 menit. Analisis beban kerja mengindikasikan kekurangan tenaga kerja sebanyak empat orang dari kondisi eksisting. Kegiatan kritis seperti perawatan cantilever dan disconnecting switch memiliki kontribusi dominan terhadap durasi total pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi penjadwalan berbasis analisis beban kerja dan skenario waktu mampu meningkatkan efisiensi pelaksanaan, pemanfaatan sumber daya, serta keandalan sistem. Disimpulkan bahwa integrasi perencanaan waktu dan kebutuhan tenaga kerja menjadi faktor kunci dalam keberhasilan perawatan LAA. Oleh karena itu, direkomendasikan penambahan tenaga kerja, pengelompokan pekerjaan kritis, serta penerapan strategi penjadwalan adaptif untuk mendukung keberlanjutan operasional perkeretaapian.
Copyrights © 2026