Kekeringan merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak signifikan terhadap ketersediaan air, produktivitas pertanian, dan kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah tropis seperti Way Tebo, Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kekeringan di wilayah tersebut menggunakan Metode Thonthwaite-Mather, yang menghubungkan curah hujan (P), evapotranspirasi potensial (EVP), defisit air (D), dan indeks kekeringan (Ia). Data yang digunakan meliputi data curah hujan bulanan dan suhu udara rata-rata selama satu tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah Way Tebo mengalami musim basah pada periode Januari hingga Mei serta November hingga Desember, di mana curah hujan mencukupi kebutuhan evapotranspirasi. Sebaliknya, pada periode Juni hingga Oktober, terjadi defisit air yang menyebabkan kekeringan dengan tingkat keparahan bervariasi. Kekeringan terparah tercatat pada bulan Agustus dan September, dengan defisit air (D) tertinggi sebesar 25 mm dan indeks kekeringan (Ia) mencapai -63%. Pola ini menunjukkan kebutuhan akan mitigasi kekeringan melalui konservasi air, pemanenan air hujan, dan optimalisasi irigasi. Metode Thonthwaite-Mather terbukti efektif dalam menggambarkan pola temporal ketersediaan air, sehingga dapat digunakan sebagai alat perencanaan dalam pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah adaptasi untuk mengurangi dampak kekeringan serta meningkatkan ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim.
Copyrights © 2025