Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan styrofoam terhadap sifat fisik dan mekanik pada bata ringan tipe cellular lightweight concrete. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan material bangunan yang ringan, ramah lingkungan, dan memiliki daya apung tinggi, khususnya untuk konstruksi seperti dermaga apung. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi volume styrofoam berbentuk kubus berukuran 5x5x5 cm, 7,5x7,5x7,5 cm, dan 10x10x10 cm, yang setara dengan persentase 0%, 3,70%, 12,5%, dan 29,62% dari total volume bata ringan. Setiap variasi diuji untuk mengetahui kuat tekan serta daya apungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase styrofoam, berat jenis bata ringan menurun, yaitu dari 928,19 kg/m³ menjadi 551,11 kg/m³. Daya apung meningkat dari 13,5 N menjadi 18,0 N. Namun, kuat tekan mengalami penurunan signifikan dari 3,71 MPa menjadi 0,95 MPa. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan styrofoam terbukti mampu mengurangi berat dan meningkatkan daya apung bata ringan, namun menurunkan kekuatan tekan. Komposisi optimal terdapat pada penambahan 12,5%, karena mampu memberikan keseimbangan antara bobot ringan, kemampuan mengapung, dan kekuatan struktural yang masih dapat diterima.
Copyrights © 2025