Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks kekeringan di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, menggunakan metode Thornthwaite-Mather pada tahun 2023. Metode ini mengintegrasikan data curah hujan, evapotranspirasi aktual (ETa), kapasitas lapang tanah, serta surplus dan defisit air untuk menghitung indeks kekeringan bulanan. Data yang digunakan meliputi rata-rata curah hujan bulanan, rata-rata suhu udara, dan karakteristik tanah daerah penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi signifikan antara periode basah dan kering. Periode basah terjadi pada bulan Januari hingga April, serta November hingga Desember, dengan surplus air yang mencukupi kebutuhan evapotranspirasi tanaman. Sebaliknya, periode kering berlangsung pada bulan Mei hingga Oktober, dengan puncak kekeringan terjadi pada bulan Agustus, ditandai dengan nilai indeks kekeringan negatif yang signifikan. Kondisi ini mengindikasikan tekanan kekurangan air pada wilayah pertanian, yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kabupaten Banyuasin mengalami pola kekeringan musiman yang memerlukan strategi mitigasi, seperti pengelolaan irigasi yang efisien, pemanenan air hujan, dan diversifikasi pola tanam. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sumber daya air dan perencanaan tata guna lahan untuk meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan di wilayah tersebut.
Copyrights © 2025