Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar seni rupa kelas XII SMA N 1 Lembah Melintang, Pasaman Barat, karena pendekatan saintifik kurang efektif dalam membangun pemahaman mendalam tentang estetika dan kreativitas. Penelitian ini bertujuan menguji apakah hasil belajar dengan pendekatan Deep Learning berbeda secara signifikan dengan pendekatan saintifik. Metode penelitian menggunakan desain true-experimental kuantitatif, sampel terdiri dari 72 siswa (kelas XII F.3 sebagai eksperimen dengan pendekatan deep learning dan XII F.4 sebagai kontrol dengan pendekatan saintifik, dipilih via simple random sampling. Dengan menggunakan SPSS versi 27, dilakukan uji normalitas, homogenitas, dan independent sample t-test terhadap data primer hasil pre-test dan post-test soal pilihan ganda. Hasil analisis menunjukkan nilai t-hitung yang diperoleh sebesar 5,165 melampaui nilai t-tabel pada α = 0,05 (1,994). Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik dalam tingkat belajar masing-masing kelompok eksperimen. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan deep learning memberikan hasil belajar seni rupa siswa yang signifikan.
Copyrights © 2026