Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep hadis “Yassiru wa la tu’assiru” serta relevansinya terhadap pelayanan haji di Sumatera Utara pada Kementerian Agama. Hadis tersebut mengandung prinsip kemudahan (taysir) yang menjadi salah satu nilai fundamental dalam ajaran Islam dan memiliki implikasi luas dalam pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), serta metode analisis hadis melalui takhrij dan syarah untuk memahami makna serta konteks hadis secara komprehensif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep hadis “Yassiru wa la tu’assiru” menekankan pentingnya memberikan kemudahan, menghindari kesulitan, serta menciptakan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dalam perspektif pelayanan publik, prinsip ini sejalan dengan nilai efisiensi, efektivitas, dan kepuasan pengguna layanan. Implementasi prinsip tersebut dalam pelayanan haji di Sumatera Utara telah dilakukan melalui berbagai upaya, seperti digitalisasi sistem pendaftaran, peningkatan fasilitas, serta penyelenggaraan bimbingan manasik. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti prosedur yang belum sepenuhnya sederhana, keterbatasan akses, serta belum meratanya kualitas pelayanan.Penelitian ini juga menemukan bahwa hadis “Yassiru wa la tu’assiru” memiliki relevansi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji, khususnya dalam aspek aksesibilitas, kecepatan pelayanan, kejelasan informasi, dan sikap aparatur. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai hadis dengan sistem pelayanan publik modern menjadi penting dalam mewujudkan pelayanan haji yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan jamaah.
Copyrights © 2026