Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Metode Pendidikan Moral dan Etika Anak Berdasarkan Hadits Ginting, Ernawati Beru; Hirza, Baihaqi; Affandi, Daffa; Rafly, Muhammad; Siregar, M. Ramadhan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadits ialah pedoman dan tuntunan bagi umat Islam dalam melakukan seluruh aktivitasnya, baik masalah ibadah, budi pekerti, etika, moral, dan sosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat, dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi, budaya, dan sosial memberikan dampak terhadap kemrosotan nilai moral dan etika anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pengaruh hadits dalam mendidik anak-anak mengenai moral dan etika. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu analisis kualitatif dengan tinjauan pustaka (library research). Sumber data diperoleh melalui buku dan jurnal yang berkaitan dengan hadits mengenai moral dan etika. Hasil penelititian diperoleh bahwa hadits memiliki pengaruh besar dalam mendidik anak-anak mengenai moral dan etika dikarenakan seorang muslim harus memiliki akhlak yang baik mengikuti akhlak mulia Nabi Muhammad Saw.
Peningkatan Kualitas Layanan Publik: SIMKAH 4 Sebagai Solusi Modern di Kementrian Agama Kecamatan Medan Timur Ginting, Ernawati Beru; Sri Utari, Diah; Laila, Nur; Aulia, Suci; Siregar, Yusdinal Rizky
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9097

Abstract

Website SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah) adalah aplikasi yang diluncurkan oleh Kementerian Agama RI untuk mempermudah proses pencatatan pernikahan secara online. Website ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain: data terintegrasi secara nasional dengan kementerian terkait, fitur keamanan untuk mencegah pemalsuan buku nikah, laporan data nikah dan PNBP nikah-rujuk yang dapat dilihat secara real-time, pendaftaran nikah yang dapat dilakukan secara online, dan penyajian data nikah berdasarkan berbagai variabel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegunaan dan keuntungan website SIMKAH di Kementerian Urusan Agama Medan Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website SIMKAH memberikan manfaat bagi masyarakat, petugas KUA, dan Kementerian Agama, seperti: mempercepat proses pernikahan, memudahkan akses informasi, meningkatkan kualitas pelayanan, menghemat biaya, dan memperbaiki tata kelola data nikah. Penelitian ini merekomendasikan agar website SIMKAH terus dikembangkan dan disosialisasikan agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh semua pihak yang terkait.
KONTRADIKSI HADIS LARANGAN SALAT SESUDAH SUBUH DAN ASHAR (KAJIAN MUKHTALIF AL-ḤADĪṠ) Ginting, Ernawati Beru
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 18 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v18i2.1612

Abstract

 One of the sunnah prayers recommended by the Prophet Muhammad. is the sunnah prayer of careib. The sunnah careib prayer is a prayer that is performed before or after the fardu prayer, or that accompanies the fardu prayer. Rasulullah saw. recommends his people to perform sunnah prayers as a complementary form of fardu prayers, with the aim of covering deficiencies that may occur when performing fardu prayers, because not everyone can perform fardu prayers perfectly. However, there are two times where no sunnah prayers are recommended, namely after the morning prayer and after the afternoon prayer. However, there is a hadith narrated that one of the Prophet's companions, namely Qais bin 'Amr, performed two rak'ahs of sunnah prayer after dawn. Based on these differences, it appears that there is a potential conflict between these two pieces of information. Therefore, the aim of this research is to find common ground and compromise these two seemingly contradictory hadiths. Problem Formulation: What is the form of compromise in the hadith that discusses the prohibition of performing prayers after dawn. Research Objective: This study aims to examine the compomise contained in the hadith regarding the prohibition of performing prayers after dawn. It can be concluded that the two arguments that appear contradictory at first glance can actually be harmonized . Both have the same meaning in the application of the law, namely the prohibition of performing any sunnah prayer after dawn. However, the hadith narrated by the companion Qais, which allows performing the sunnah prayer of dawn after dawn, is considered an exception to the prohibition. Thus, the It is forbidden to perform sunnah prayers after dawn other than the two sunnah rakaat of dawn.Keywords: Contraction of Hadith, Prohibition of Prayer
Relevansi Hadis “Yassiru wa La Tua’assiru” terhadap Pelayanan Haji di Sumatera Utara Pada Kementerian Haji dan Umrah Nasution, Fakhrurrozi; Ginting, Ernawati Beru; Palem, Ismi Aulia; Sadri, Hairun; Hasibuan, Ucok Kurnia Meliala
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep hadis “Yassiru wa la tu’assiru” serta relevansinya terhadap pelayanan haji di Sumatera Utara pada Kementerian Agama. Hadis tersebut mengandung prinsip kemudahan (taysir) yang menjadi salah satu nilai fundamental dalam ajaran Islam dan memiliki implikasi luas dalam pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), serta metode analisis hadis melalui takhrij dan syarah untuk memahami makna serta konteks hadis secara komprehensif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep hadis “Yassiru wa la tu’assiru” menekankan pentingnya memberikan kemudahan, menghindari kesulitan, serta menciptakan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dalam perspektif pelayanan publik, prinsip ini sejalan dengan nilai efisiensi, efektivitas, dan kepuasan pengguna layanan. Implementasi prinsip tersebut dalam pelayanan haji di Sumatera Utara telah dilakukan melalui berbagai upaya, seperti digitalisasi sistem pendaftaran, peningkatan fasilitas, serta penyelenggaraan bimbingan manasik. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti prosedur yang belum sepenuhnya sederhana, keterbatasan akses, serta belum meratanya kualitas pelayanan.Penelitian ini juga menemukan bahwa hadis “Yassiru wa la tu’assiru” memiliki relevansi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji, khususnya dalam aspek aksesibilitas, kecepatan pelayanan, kejelasan informasi, dan sikap aparatur. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai hadis dengan sistem pelayanan publik modern menjadi penting dalam mewujudkan pelayanan haji yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan jamaah.