Pedikulosis kapitis masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan di lingkungan pesantren akibat kepadatan hunian dan kebiasaan kebersihan diri yang kurang optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap faktor pengetahuan dan personal hygiene pada santriwati agar kejadian infestasi kutu rambut dapat ditekan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan personal hygiene dengan kejadian pediculosis capitis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel pada penelitian ini sebanyak 79 santriwati. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa sebagian besar santriwati MTs Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan mengalami Pediculosis Capitis, yakni 47 orang (59,5%) positif dan 32 orang (40,5%) negatif dari total 79 responden. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian Pediculosis Capitis (p = 0,020; PR = 1,741; 95% CI: 1,321-2,294), di mana santriwati dengan pengetahuan kurang baik memiliki risiko 1,7 kali lebih besar untuk terinfestasi kutu rambut. Selain itu, personal higiene juga berhubungan signifikan dengan kejadian Pediculosis Capitis (p = 0,012; PR = 1,775; 95% CI: 1,350–2,334), sehingga santriwati yang menjaga kebersihan diri kurang baik berisiko 1,8 kali lebih tinggi mengalami infestasi dibandingkan dengan yang menjaga kebersihan diri dengan baik.
Copyrights © 2026