Siswa Sekolah Menengah Pertama adalah remaja muda yang menghadapi banyak tantangan saat menuju kedewasaan. Dalam era yang semakin modern ini, banyak fenomena muncul dan terjadi perubahan yang sangat cepat. Perubahan tersebut tidak jarang memiliki resiliensi akademik yang cenderung rendah, seperti tekanan atau kesulitan dalam proses akademik serta kurangnya keyakinan dalam diri melewati dan menghadapi tantangan akademik. Di rumah, mereka menganggap kesulitan belajar sebagai akibat dari tekanan kehidupan sehari-hari, malas belajar, dan merasa lelah. Tujuan dari penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok ini dapat memberi siswa pemahaman yang kuat tentang kemampuan untuk bertahan dalam situasi sulit, terutama di bidang akademik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini adalah one group pre-test post-test design. Dalam penelitian ini, ada dua pengukuran yang dilakukan. Pengukuran pertama dilakukan sebelum kegiatan layanan bimbingan kelompok dan pengukuran kedua dilakukan setelah layanan bimbingan kelompok diberikan.
Copyrights © 2026