Pemahaman konsep kalkulus merupakan fondasi esensial dalam pengembangan kompetensi analitis mahasiswa Ilmu Komputer, namun capaian belajar pada bidang ini secara konsisten menunjukkan defisit yang signifikan di perguruan tinggi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan kemampuan pemahaman konsep kalkulus antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, dan (2) mengukur efektivitas model PBL dalam meningkatkan pemahaman konsep kalkulus mahasiswa Ilmu Komputer. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen tipe Non-Equivalent Control Group Design dengan melibatkan 60 mahasiswa Ilmu Komputer dari salah satu LPTK Kota Bima yang dibagi menjadi kelas eksperimen (n=30) dan kelas kontrol (n=30). Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep kalkulus yang telah divalidasi secara konten dan konstruk. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji-t independen, analisis N-Gain, dan perhitungan Effect Size Cohen's d. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep kalkulus antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (t = 8,42; p < 0,001). Kelas eksperimen memperoleh rerata posttest sebesar 81,73 dibandingkan kelas kontrol sebesar 67,20. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan pada kategori tinggi (g = 0,74) pada kelas eksperimen dan kategori sedang (g = 0,38) pada kelas kontrol. Nilai Effect Size sebesar 2,18 mengindikasikan dampak yang sangat besar dari penerapan model PBL. Simpulan penelitian menegaskan bahwa model PBL secara efektif meningkatkan kemampuan pemahaman konsep kalkulus mahasiswa Ilmu Komputer secara bermakna.
Copyrights © 2024