Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa melalui implementasi model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Matematika Lanjut. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen tipe Non-Equivalent Control Group Design dengan melibatkan 60 mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah Matematika Lanjut yang terbagi menjadi kelas eksperimen (n=30) dan kelas kontrol (n=30). Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbasis indikator Polya yang telah divalidasi secara konten dan konstruk. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji-t independen, N-Gain ternormalisasi, dan effect size Cohen's d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rerata posttest 82,13 dibandingkan kelas kontrol sebesar 67,47, dengan nilai signifikansi uji-t sebesar 0,000 (p < 0,05). Analisis N-Gain menghasilkan nilai 0,71 (kategori tinggi) pada kelas eksperimen dan 0,42 (kategori sedang) pada kelas kontrol. Effect size Cohen's d sebesar 1,34 mengindikasikan dampak perlakuan yang sangat besar. Temuan ini menegaskan bahwa model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa dalam pembelajaran Matematika Lanjut.
Copyrights © 2026