Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 283 juta jiwa, menempati peringkat keempat negara dengan populasi terbesar di dunia. Kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi menjadikan kendaraan, khususnya sepeda motor, sebagai moda transportasi utama. Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan, meningkat pula penggunaan dan pembuangan ban, yang kemudian menimbulkan timbunan ban bekas dalam jumlah besar. Ban bekas ini menjadi salah satu jenis limbah padat yang sulit terurai dan sering kali tidak tertangani dengan baik, sehingga berdampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan, dan aspek ekonomi. Namun, di balik permasalahan tersebut, ban bekas sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali sebagai material konstruksi alternatif. Struktur dan sifat fisiknya yang kuat, lentur, serta tahan terhadap cuaca menjadikan ban bekas berpotensi diolah menjadi elemen bangunan, seperti material penutup atap maupun fasad. Pemanfaatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan konsep reuse-recycle, yang tidak hanya menekan jumlah limbah, tetapi juga menciptakan inovasi desain ramah lingkungan pada perumahan layak huni. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan pengembangan meliputi Rencana (Planning), Analisis (Analysis), Desain (Design), dan Penerapan (Implementation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan material daur ulang, khususnya dari ban bekas, dalam perencanaan rumah tinggal berkontribusi positif terhadap pengurangan limbah serta mendukung penerapan konsep arsitektur berkelanjutan.
Copyrights © 2026