Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil belajar Ilmu Sosial (IPS) di sekolah dasar berhubungan dengan gaya belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dan metodologi kuantitatif. Dua puluh dua siswa kelas empat dari Sekolah Dasar Lebo di Sidoarjo selama tahun ajaran 2025–2026 dijadikan subjek penelitian. Kuesioner dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik (VAK) siswa diidentifikasi menggunakan kuesioner. Sementara itu, data tentang hasil belajar studi sosial yang diperoleh dari nilai tes harian (UH) siswa didapatkan melalui dokumentasi. Instrumen kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan dalam penelitian untuk memastikan kelayakannya. Perangkat lunak SPSS kemudian digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Uji Shapiro-Wilk digunakan untuk pengujian normalitas guna memastikan apakah data terdistribusi secara normal atau tidak. Selain itu, Pearson Product Moment dan Spearman Rank digunakan dalam analisis korelasi untuk memastikan hubungan antara hasil belajar siswa dan gaya belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar dan hasil belajar studi sosial tidak berkorelasi secara signifikan. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi masing-masing gaya belajar yang lebih tinggi dari 0,05, menunjukkan bahwa faktor tambahan lainnya mungkin juga berdampak pada hasil belajar siswa.
Copyrights © 2026