Perkolasi merupakan salah satu metode ekstraksi konvensional yang masih banyak digunakan dalam penelitian fitokimia untuk memperoleh senyawa aktif dari bahan alam. Metode ini dilakukan dengan cara mengalirkan pelarut melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi pada suhu kamar, sehingga cocok untuk senyawa yang termolabil. Literatur review ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode perkolasi sebagai teknik ekstraksi dengan meninjau prinsip kerja, faktor-faktor yang memengaruhi rendemen, kelebihan dan keterbatasan, variasi metode, serta inovasi terbaru. Berdasarkan hasil telaah dari sepuluh artikel (2016-2025) ditinjau berdasarkan parameter pelarut, waktu, rendemen, dan kandungan fitokimia, perkolasi terbukti efektif dalam mengekstraksi berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, dengan hasil rendemen yang bervariasi tergantung pada jenis pelarut, konsentrasi, waktu, serta ukuran partikel simplisia. Inovasi terkini seperti kombinasi perkolasi dengan ultrasonik dan optimasi menggunakan metode Response Surface Methodology menunjukkan peningkatan efisiensi ekstraksi. Dengan demikian, metode ekstraksi perkolasi masih relevan digunakan dan memiliki prospek pengembangan untuk menghasilkan ekstrak berkualitas dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.
Copyrights © 2026