Pembelajaran bagi anak usia dini di Taman Kanak-Kanak (TK) memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral. Salah satu metode yang potensial adalah storytelling yang menggabungkan ajaran moral dan cerita yang menarik. Artikel ini membahas implementasi model pembelajaran storytelling dan simulasi berdasarkan kisah Perumpamaan tentang orang Samaria yang baik dalam Injil Lukas 10:25-37 di lingkup Taman Kanak-Kanak. Tujuan penelitian ini adalah memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang menggunakan storytelling sebagai instrumen utama untuk mentransfer nilai moral dan membangun pemahaman empati pada anak-anak. Model pembelajaran ini diintegrasikan dengan simulasi peran untuk memperkuat pengalaman belajar anak-anak. Pendekatan ini didesain untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik dan interaktif. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran storytelling dan simulasi berbasis Lukas 10:25-37 efektif dalam meningkatkan pemahaman moral anak-anak serta mengembangkan kemampuan empati dan sikap peduli terhadap sesama. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan ini dapat diadopsi dalam kurikulum TK untuk memperkuat pembentukan karakter anak-anak sejak usia dini.
Copyrights © 2025