Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (SKD-KLB) merupakan instrumen penting dalam deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi wabah penyakit menular. Biostatistik berperan fundamental dalam mengolah data surveilans menjadi informasi yang bermakna untuk pengambilan keputusan. Tujuan Penelitian ini bertujuan menganalisis peran biostatistik dalam sistem kewaspadaan dini KLB penyakit menular di Puskesmas Asakota Kota Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional retrospektif. Data sekunder diperoleh dari laporan rutin SKD-KLB periode Oktober-Desember 2025. Analisis data mencakup statistik deskriptif, pemantauan wilayah setempat (PWS), serta evaluasi ambang batas dan sinyal kewaspadaan. Hasil penelitian ditemukan Total 628 kasus tercatat selama periode pengamatan, dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendominasi (564 kasus, 89,8%). Penyakit potensial KLB lainnya meliputi Diare Akut (51 kasus, 8,1%), Suspek Dengue (4 kasus, 0,6%), Pneumonia (3 kasus, 0,5%), Suspek Demam Tifoid (4 kasus, 0,6%), Diare Berdarah (1 kasus, 0,2%), dan Sindrom Ikterus Akut (1 kasus, 0,2%). Analisis tren mingguan menunjukkan fluktuasi kasus ISPA dengan puncak tertinggi pada minggu ke-41 (Oktober). Seluruh kasus dilaporkan berdasarkan diagnosis klinis tanpa konfirmasi laboratorium. Sistem SKD-KLB di Puskesmas Asakota telah berjalan dengan pencatatan dan pelaporan yang konsisten, namun optimalisasi biostatistik masih diperlukan, terutama dalam hal konfirmasi laboratorium dan analisis prediktif untuk meningkatkan akurasi deteksi dini KLB.
Copyrights © 2026