Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PABRIK KIMIA PEMBUATAN BAHAN AKTIF NANOPARTIKEL EKSTRAK LIGNIN DARI JERAMI PADI Lestari, Sherly Ayu; Anggerta, Lintang Alivia
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6624

Abstract

Indonesia berada di garis khatulistiwa dan merupakan negara agraris yang memiliki paparan sinar matahari cukup tinggi. Paparan sinar matahari dapat merusak kulit diakibatkan karena adanya radiasi sinar ultra violet (UV). Indonesia ialah negara agraris yang memiliki sektor pertanian cukup besar salah satu tanaman yang ditanam adalah padi. Jerami padi memiliki kandungan lignin sebesar 5-24% yang dapat dimanfaatkan sebagai tabir surya karena sifat antioksidan yang tinggi. Dalam pembangunan suatu industri harus memilih proses produksi yang efektif dan efisien serta mempertimbangkan bahan baku, metode, dan proses produksi. Selain seleksi proses, perhitungan kapasitas pabrik juga dibutuhkan sebelum mendirikan pabrik. Perhitungan kapasitas produksi menggunakan data BPS pada tahun 2018-2022 dengan menghitung kenaikan rata-rata pertahun untuk mendirikan pabrik pada tahun 2026. Metode yang digunakan pada penentuan seleksi proses ialah factor rating, yaitu dengan cara memberikan nilai berupa angka 1-5 pada faktor-faktor yang telah ditentukan. Tujuan penelitian ini ialah untuk menyeleksi metode produksi agar menghasilkan produk yang maksimal, serta menentukan kapasitas produksi pabrik Bahan Aktif Nanopartikel Ekstrak Lignin dari Jerami Padi. Hasil penelitian ini yaitu metode terpilih untuk ekstraksi lignin adalah metode refluks yang membutuhkan waktu singkat, biaya rendah serta keamanan yang baik karena tidak memerlukan suhu tinggi. Hasil perhitungan kapasitas pabrik yang akan didirikan pada tahun 2026 sebesar 2.150 ton/tahun.
Peran Biostatistik Dalam Sistem Kewaspadaan Dini KLB Penyakit Menular Di Puskesmas Asakota Kota Bima Herkaprina, Nina; Fennah, Febriani; Nilawati, Nilawati; Lestari, Sherly Ayu; Aini, Rizka Nispu; Lema, Mawahda Abdullah; Astuti, Ni Putu Ayu; Atfal, Bustanul; Ismatullah, Nurul Khatimah
Jurnal Sains Natural Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v4i2.967

Abstract

Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (SKD-KLB) merupakan instrumen penting dalam deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi wabah penyakit menular. Biostatistik berperan fundamental dalam mengolah data surveilans menjadi informasi yang bermakna untuk pengambilan keputusan. Tujuan Penelitian ini bertujuan menganalisis peran biostatistik dalam sistem kewaspadaan dini KLB penyakit menular di Puskesmas Asakota Kota Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional retrospektif. Data sekunder diperoleh dari laporan rutin SKD-KLB periode Oktober-Desember 2025. Analisis data mencakup statistik deskriptif, pemantauan wilayah setempat (PWS), serta evaluasi ambang batas dan sinyal kewaspadaan. Hasil penelitian ditemukan Total 628 kasus tercatat selama periode pengamatan, dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendominasi (564 kasus, 89,8%). Penyakit potensial KLB lainnya meliputi Diare Akut (51 kasus, 8,1%), Suspek Dengue (4 kasus, 0,6%), Pneumonia (3 kasus, 0,5%), Suspek Demam Tifoid (4 kasus, 0,6%), Diare Berdarah (1 kasus, 0,2%), dan Sindrom Ikterus Akut (1 kasus, 0,2%). Analisis tren mingguan menunjukkan fluktuasi kasus ISPA dengan puncak tertinggi pada minggu ke-41 (Oktober). Seluruh kasus dilaporkan berdasarkan diagnosis klinis tanpa konfirmasi laboratorium.  Sistem SKD-KLB di Puskesmas Asakota telah berjalan dengan pencatatan dan pelaporan yang konsisten, namun optimalisasi biostatistik masih diperlukan, terutama dalam hal konfirmasi laboratorium dan analisis prediktif untuk meningkatkan akurasi deteksi dini KLB.