Tujuan dari percobaan ini adalah untuk melihat bagaimana perbedaan lapisan mulsa organik ki rinyuh mempengaruhi perkembangan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv.Mott). Selain air, tanah, dan potongan rumput gajah mini, kami juga menggunakan mulsa organik ki rinyuh (Chromolaena odorata). Penelitian menggunakan rancangan percobaan terkontrol dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang meliputi empat perlakuan dan empat ulangan serta menghasilkan 16 unit sampel. Ketebalan mulsa organik yang dijadikan sebagai perlakuan yaitu M0 (tanpa mulsa), M1 (ketebalan satu sentimeter; dan berat 2,38 kilogram), M2 (ketebalan tiga sentimeter; dan berat 4,71 kilogram), dan M3 (ketebalan lima sentimeter dan berat 8,24 kg). Tinggi tanaman rumput gajah mini terbukti tidak terpengaruh oleh perlakuan (P>0,05), sedangkan jumlah anakan dan jumlah daun dipengaruhi secara nyata (P<0,05) oleh perlakuan yang diujikan. Uji lanjutan Duncan mengungkapkan bahwa ada perbedaan yang signifikan secara statistik (P<0,05) antara jumlah perlakuan M2:M0 dan jumlah perlakuan M1:M3, tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik (P>0,05) antara M1:M3 terhadap jumlah anakan dan jumlah daun rumput gajah mini. Hasil akhir menunjukkan bahwa tanaman tumbuh paling tinggi (66,32 cm), memiliki anakan paling banyak (13,66), dan memiliki daun paling banyak (101,99 daun) jika diberi mulsa dengan ketebalan 3 cm.
Copyrights © 2026