Laboratorium medis memiliki peran strategis dalam sistem pelayanan kesehatan karena lebih dari 60% keputusan klinis didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium. Oleh karena itu, penerapan sistem manajemen mutu, biosafety, dan kepatuhan terhadap standar internasional seperti ISO 15189:2022 menjadi faktor penting dalam menjamin kualitas dan keselamatan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem manajemen mutu, penerapan biosafety, dan kepatuhan terhadap standar ISO dalam meningkatkan kinerja laboratorium medis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitik. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, observasi, serta telaah dokumen mutu dan laporan evaluasi eksternal. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi dan regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem manajemen mutu, penerapan biosafety, dan kepatuhan terhadap ISO 15189:2022 secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kinerja laboratorium. Implementasi sistem manajemen mutu memberikan kontribusi paling dominan, diikuti oleh kepatuhan terhadap standar ISO dan penerapan biosafety. Laboratorium dengan tingkat kepatuhan tinggi menunjukkan penurunan error rate, peningkatan konsistensi hasil uji, serta perbaikan turnaround time. Disimpulkan bahwa integrasi sistem manajemen mutu, biosafety, dan kepatuhan ISO secara berkelanjutan mampu meningkatkan kualitas, keselamatan, dan kepercayaan terhadap pelayanan laboratorium medis..
Copyrights © 2026