Produksi rumput laut Kabupaten Takalar merupakan salah satu kontributor utama dalam rantai pasok industri rumput laut nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produksi rumput laut Takalar periode 2020–2024 serta memproyeksikan perkembangan produksi hingga tahun 2029 untuk tiga komoditas utama, yaitu Kappaphycus alvarezii (Cottonii), Eucheuma spinosum, dan Gracilaria. Metode yang digunakan meliputi analisis deret waktu, regresi linear untuk memodelkan tren produksi, serta perhitungan proyeksi lima tahun berbasis persamaan regresi tiap komoditas. Selain itu, analisis dilakukan terhadap struktur produksi, kontribusi antar komoditas, dan dinamika perubahan produksi tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi total rumput laut Takalar mengalami peningkatan signifikan dari 409.117 ton pada 2020 menjadi 619.864 ton pada 2024, dengan dominasi Cottonii sebesar 60–65 persen. Cottonii dan Gracilaria menunjukkan pertumbuhan positif masing-masing 73,9 persen dan 59,8 persen selama lima tahun, sedangkan Spinosum mengalami fluktuasi dan cenderung menurun. Proyeksi 2025–2029 memperlihatkan peningkatan total produksi dari 552.987 ton menjadi 623.476 ton, meskipun laju pertumbuhannya melambat, mengindikasikan mendekatinya kapasitas jenuh budidaya. Cottonii tetap menjadi komoditas paling potensial dengan proyeksi mencapai 575.080 ton pada 2029, sementara Spinosum diprediksi terus menurun. Temuan ini menegaskan bahwa, di tengah kecenderungan perlambatan pertumbuhan produksi dan penurunan Spinosum, kebijakan pengembangan rumput laut di Takalar perlu difokuskan pada intensifikasi budidaya Cottonii, diversifikasi komoditas melalui Gracilaria, serta penataan ulang sistem produksi untuk menghindari tekanan terhadap kapasitas lingkungan.
Copyrights © 2026