Penurunan Bed Occupancy Ratio (BOR) Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta dalam tiga tahun terakhir (periode 2023 – 2025) mengindikasikan adanya potensi inefisiensi pemanfaatan tempat tidur. Permasalahan ini diduga berkaitan dengan faktor efisiensi sumber daya keperawatan yang meliputi beban kerja perawat, rasio perawat–pasien, dan kompetensi perawat, serta budaya kerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi perawat dan budaya kerja terhadap BOR dengan mutu pelayanan keperawatan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analitik korelasi dan analisis jalur dengan Sobel test. Sampel responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 113 perawat yang bekerja di RS Panti Waluyo dan memberikan pelayanan kepada pasien. Cara dan alat ukur yang digunakan adalah kuisioner yang diisi oleh responden. Hasil penelitian menunjukan Mutu Keperawatan mampu memediasi Pengaruh Efisiensi Perawat dan Budaya Kerja terhadap BOR. Temuan ini menegaskan bahwa mutu pelayanan keperawatan merupakan mekanisme kunci dalam menjembatani pengaruh faktor SDM dan budaya organisasi terhadap kinerja operasional rumah sakit. Secara manajerial, pengendalian beban kerja, pengaturan rasio perawat–pasien yang seimbang, peningkatan kompetensi klinis, serta penguatan budaya kerja kolaboratif menjadi strategi prioritas untuk meningkatkan mutu pelayanan dan optimalisasi BOR secara berkelanjutan di RS Panti Waluyo Surakarta.
Copyrights © 2026